25
Mar
08

“Durian Runtuh”

       drt01.jpg

Kalau ada orang mengatakan, “wah, orang itu dapat ‘durian runtuh’ “, pasti otak kita langsung mengasosiasikannya dengan sesuatu yang berhubungan dengan rejeki atau peruntungan. Tapi, kembali ke masa di waktu Saya masih kelas 3 SD -ketika sedang mengerjakan PR Bahasa Indonesia- pertama kali Saya membaca ungkapan ‘durian runtuh’ pikiran Saya membayangkannya sebagai berikut:

ada orang sedang berjalan di kebun durian, tiba-tiba ada durian runtuh mengenai kepalanya. 

Dari pikiran Saya tersebut, Saya langsung menjawab soal no.4 PR Saya itu (yang menanyakan arti ‘Durian runtuh’) dengan: Orang yang mendapat kesialan. Tentu saja jawaban itu tidak sempat dibaca oleh Guru Saya, karena waktu itu jawaban Saya diperiksa terlebih dulu oleh Ibu Saya, Saya bingung dengan jawaban Ibu yang justru mengartikan ‘Durian runtuh’ sebagai orang yang mendapat keuntungan. Saya sempat mengungkapkan argumen Saya sebagai anak-anak dengan cerita orang yang sedang berjalan di kebun durian… tetapi akhirnya Saya mengalah dengan rasa heran (pada waktu itu).

Bicara tentang ‘Durian runtuh’, beberapa waktu yang lalu Saya pun mendapat ‘Durian runtuh’, hmmm… atau ‘Durian runtuh’ ya??


2 Responses to ““Durian Runtuh””


  1. 1 dyod
    2008/03/25 at 4:22 am

    lha jadi mending ketiban rambutan runtuh lebih ga sakit n lebih gampang dimakan daripada durian…

  2. 2008/05/05 at 6:05 am

    Wehehe…
    Memang sih, terkadang waktu masa kanak-kanak kita sering bingung dengan sesuatu yang ga sesuai dengan logika anak-anak.. hehe.. :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.